MAHKAMAH AGUNG RAIH REKOR MURI

Bantaeng 24 Desember 2020, Di Penghujung tahun 2020, Mahkamah Agung RI mengukir prestasi dengan meraih Rekor MURI kategori “Pendidikan dan Pelatihan Aparatur Terbanyak Secara Daring dalam 1 Tahun”. Penghargaan diserahkan MURI untuk Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan (Pusdiklat Menpim) Badan Litbang Diklat Hukum dan Peradilan MA. Musababnya, Pusdiklat Menpim berhasil melaksanakan pendidikan dan pelatihan aparatur sebanyak 16.893 peserta secara daring dalam satu tahun.

Penyerahan rekor MURI dilakukan oleh General Manager MURI Awan Raharjo kepada Ketua MA Muhammad Syariffudin. Penyerahan berlangsung di gedung tower lantai 2 Gedung MA, Rabu, 23 Desember 2020.
Ketua MA Muhammad Syariffudin menyatakan, memang Pusdiklat Menpim Badan Litbang Diklat Hukum dan Peradilan MA telah melaksanakan 269 jenis pelatihan dengan total jumlah peserta 16.963 pada 2020 ini. Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) lantas meneliti dan memverifikasi pelaksanaan diklat dengan jumlah peserta 16.963 tersebut. Setelah diteliti dan diverifikasi dengan melalui serangkaian proses penelitian dan pengumuman baik di Indonesia maupun di dunia, MURI menyimpulkan dan memutuskan jumlah itu adalah jumlah terbanyak di seluruh dunia untuk pendidikan dan latihan yang dilaksanakan secara daring dalam satu tahun.

“Anugerah ini adalah kado akhir tahun yang indah bagi Mahkamah Agung, sekaligus sebagai salah satu upaya nyata kita dalam memenuhi kewajiban pendidikan dan pelatihan selama 20 jam pelajaran bagi masing-masing aparatur peradilan,” ujar Syarifuddin melalui rilis Humas MA di Jakarta, Kamis (24/12/2020).

Dia berpesan kepada seluruh para aparatur peradilan agar terus berlomba-lomba dalam kebaikan. Tujuannya, ujar Syarifuddin, supaya prestasi-prestasi seperti ini dapat diraih, dipertahankan, dan ditingkatkan. Bahkan kalau perlu, kata Syarifuddin, rekor yang diraih MURI saat ini bisa dipecahkan lagi di tahun-tahun mendatang.

Ketua MA juga berpesan agar inovasi-inovasi yang dilakukan MA dan badan peradilan di bawahnya untuk tetap berpegang pada nilai-nilai utama MA yang telah dirumuskan bersama. Nilai-nilai tersebut ada tujuh yakni kemandirian kekuasaan kehakiman, integritas dan kejujuran, akuntabilitas, responsibilitas, keterbukaan, ketidakberpihakan, dan perlakuan yang sama di hadapan hukum. “Dengan berpegang pada nilai-nilai utama itu, saya yakin bahwa Mahkamah Agung mampu mewujudkan badan peradilan yang agung di Indonesia dan diakui juga oleh seluruh dunia,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Museum Rekor Indonesia (MURI) Jaya Suprana menyampaikan tujuan penyerahan rekor MURI ini kepada MA adalah untuk memberikan pemahaman dan informasi kepada public agar memahami bahwa pandemi Covid-19 tidak membatasi adaptasi, inovasi, dan produktivitas kinerja institusi atau lembaga. “Dengan adanya pandemi Covid-19 tidak mengurangi produktivitas dan kinerja aparatur dalam menumbuhkan kesadaran profesionalisme dalam pencapaian target program Pusdiklat Menpim Mahkamah Agung,” ujar Jaya Suprana.(disadur dari sindonews.com)

Pembinaan dan Pengawasan HATIWASDA Pengadilan Tinggi Agama Makassar di Pengadilan Agama Bantaeng tanggal 08-09 April 2021

Rapat Ekspos Hakim Pengawas Pengadilan Agama Bantaeng   Rabu, 07 April 2021 Hakim Pengawas Bidang Pengadilan Agama Bantaeng mengadakan rapat Read more

  Senin, 05 April 2021 dalam apel pagi, wakil ketua Pengadilan Agama Bantaeng Ibu Firliyanti Komalasari Mallarangan, S.H.I. menyerahkan penghargaan Read more

Vaksinasi di Lingkungan Pengadilan Agama Bantaeng

Pelaksanaan Vaksinasi Massal Covid-19 untuk Pejabat Publik dilaksanakan senin (10/03/2021) di Pengadilan Agama Bantaeng Untuk diketahui, pejabat publik merupakan kategori Read more

Artikel yang Direkomendasikan

ArabicChinese (Simplified)DutchEnglishFrenchGermanIndonesian